Pantai tersembunyi, belum termajah dan ratusan anak tangga!!

Saya pertama kali ke sini sekitar Juli 2011. Pemandangan saat itu paling memukau, entah karena baru pertama kali melihatnya atau karena saat itu air laut paling surut yang saya jumpai sehingga badan pantainya lebih luas untuk dinikmati. Ini adalah ke-5 kalinya saya ke sini. Tidak semuanya berhasil turun ke pantai, karena pernah air pasang cukup tinggi, sampai mencapai anak tangga di bawah. Menurut informasi penduduk sekitar, pagi air lautnya pasang, mulai siang akan surut dan menjelang sore akan kembali pasang. Baiknya sebelum turun, tanya ke penjual warung di area parkiran apakah airnya sedang pasang atau tidak.

Lingkungannya masih perawan dengan pemandangan sangat mengagumkan. Warna air lautnya bergradasi dari biru muda ke biru tua dan dari hijau muda ke warna birunya laut. Gradasi warna disebabkan banyak tumbuhan rumput laut di sepanjang bibir pantai. Pasirnya seperti tepung, halus, putih dan tebal sehingga saat diinjak telapak kaki kita agak terbenam. Pantainya bersih karena jarang dikunjungi orang, tidak ada sampah selain batu karang berwarna dan rumput laut kering.

Ombaknya di pagi dan sore hari cenderung besar, maka dari itu pengunjungnya kebanyakan turis Australia yang suka berselancar. Wisatawan lokal nyaris tidak terlihat. Pendatang lainnya adalah petani rumput laut dan pedagang oleh-oleh.

Pemandangan saat menuruni tangga:

Pantainya tidak panjang, dari ujung kiri ke ujung kanan tidak sampai 1 km, tergantung surutnya air laut. Gambar dibawah adalah sisi kiri pantai dan berikutnya adalah sisi kanan pantai.

Di sisi kanan pantai ada gua yang di dalamnya ada pura yang dikeramatkan. Di dalam gua ini sering dijadikan tempat berteduh atau berjemurnya turis asing.

Ini adalah ujung kanan pantai, kalau air laut lebih surut, kita bisa jalan menyusuri pantai  dibalik batu besar itu.

Mengutip dari http://denpasarcultures.blogspot.com/2011/09/green-bowl-beach.html, nama Green Bowl diambil dari air lautnya yg berwarna hijau dan bila dilihat dari atas berbentuk seperti mangkuk (pinggiran mangkuknya adalah tebing dan bebatuan). Nama Green Bowl juga adalah nama perusahaan yang membangun resort di sekitar sana. Sebutan lain adalah pantai Bali Cliff dan Hidden Beach.

Tentang Green Bowl Beach sudah banyak juga diliput beberapa orang (cari di google). Untuk mencapai ke pantai, kita harus menuruni 328 anak tangga yang ukuran step-nya gak standard. Malah banyak yang tinggi step-nya hampir 30 cm. Tidak disarankan untuk balita dan lansia karena kadang ada pegangan anak tangga kadang tidak ada. Kita harus istirahat beberapa kali untuk sampai ke atas, bagi yang tidak biasa, saya sarankan jangan dipaksa. Kalau dada sudah sesak lebih baik berhenti dan istirahat sebentar. Setiap ke sana saya selalu bertemu dengan turis asing yang membawa papan selancar. Bawa diri aja susah payah apalagi bawa papan selancar.

Di area ini, kira-kira 20-30 anak tangga lagi utk sampai ke atas, sering berjumpa dengan beberapa monyet, tidak banyak jumlahnya dan monyetnya juga tidak mengganggu. Saya sering istirahat sambil melihat laut dari sini dan memperhatikan tingkah monyet-monyet itu. Bila sampai diatas, kita bisa beli minuman dan duduk-duduk sebentar atau makan indomie di warung.

Ini adalah tempat wisata tersembunyi di Ungasan dekat resort lama Bali Cliff.
Cara ke sana adalah dari GWK kita naik ke arah Uluwatu, di perempatan Nirwana Supermarket, belok kiri ke arah Bali Ciff, lalu ikuti jalan nya kira-kira 3-4 km sampai ketemu resort lama Bali Cliff Hotel.
Kalo resort-nya ke kanan, kita ambil jalan yang kiri. Ikutin aja jalannya, sampai ketemu pura besar dan parkir (bayar 5000 saja per mobil).

Silahkan datang dan buktikan keindahannya!

Ikuti arah ke Jalan Pantai Bali Cliff