Ini adalah perjalanan pertama saya ke Jepang. Kali ini, saya tidak buat itinerary seperti biasanya. Kami sangat beruntung, ada teman yang mengatur segalanya. Saya pribadi tidak keberatan kemanapun tempat tujuannya, karena ini perjalanan pertama, kemanapun pasti menyenangkan.

Itinerary Japan2012

Untuk masuk ke Jepang, kita membutuhkan visa. Pengurusan visa kira-kira  2 minggu lamanya. Pengurusan visa tidak kami lakukan sendiri, kami minta diurus oleh travel agent. Kita tidak perlu hadir untuk wawancara di Kedutaan Jepang.

Jepang di bulan Agustus adalah yang terpanas cuacanya. Jadi saya memutuskan hanya membawa beberapa syal dari pada jaket untuk menutupi leher saya. Barang bawaan juga harus disortir, karena kami akan pindah-pindah hotel dan kami juga berencana pindah kota menggunakan kereta, sehingga tidak bijaksana kalau membawa banyak koper. Pakaian yang dibawa hanya untuk 4 hari  saja dan tidak lupa memilih sepatu yang paling enak dipakai jalan kaki.

Sampailah pada waktu yang ditunggu-tunggu. Pesawat kami jam 23.15, jam 21.00 kami sudah tiba di bandara karena takut jalanan macet dan ini liburan panjang. Semua proses berjalan lancar dan cepat. Kami menunggu di lounge, dan menjelang jam 22.00 ada kabar bahwa pesawat kami delay sampai jam 2 pagi. Pesawatnya rusak, jadi dipindah ke pesawat lain yang beda tipe, sehingga mereka harus unloading semua bagasi kami ke pesawat baru dan mengatur ulang no kursi. Karena tipe pesawatnya beda maka saat boarding, sempat tersendat karena petugas harus mencari dan mencoret no kursi yang baru di boarding pass kita. Untungnya kami tidak terpisah walau nomor kursinya berubah.

Akhirnya jam 12 siang kami mendarat di Narita. Beda waktu dengan Jakarta adalah 2 jam lebih cepat. Proses imigrasi sampai pengambilan bagasi semuanya berjalan dengan cepat. So… this is it…. Japan!

DAY 1 – Aug 17, 2012
ARRIVED and TOKYO DISNEYSEA

Teman kami mengutus anak buahnya untuk menjemput dan menemani kami sehingga kami tidak mengalami kesulitan dalam hal bahasa. Thanks to Taka san and Shigeki san.

Perjalanan dari Narita ke Disneyland Resort kurang lebih 2 jam menggunakan mobil. Selama 3 malam kami akan tinggal di Hilton Tokyo Bay Hotel. Untuk menuju Disneyland Park kami harus naik bus hotel menuju ke monorail station. Tiket masuk Disneyland kami beli di loket penjualan tiket di hotel.

3-Day Pass Disney Adult

3-Day Pass Disney Child

3-Day Magic Passport untuk 3 hari menikmati Tokyo DisneySea di hari pertama, Tokyo Disneyland di hari ke-2 dan bisa masuk ke keduanya pada hari ke-3. Harga tiket dewasa 13,800 Yen (sekitar Rp 1.670.000) dan  9,500 Yen untuk anak (sekitar Rp 1.150.000).

Monorail Disney Adult

Monorail Disney Child

Tiket monorail kami beli di statiun. Karena kami akan tinggal 3 hari, maka kami beli tiket untuk 3 hari. 3-Days Monorail Pass Ticket bisa digunakan selama 3 hari untuk mengelilingi Disney Resort. Harga tiket dewasa  1,100 Yen (sekitar Rp 133.000) dan tiket anak  550 Yen (sekitar Rp 66.500). Ada 4 stasiun di area Disneyland Resort. Monorail berjalan mengitari 4 stasiun tersebut.

http://www.tokyodisneyresort.co.jp/en/access/drl/index.html
information about monorail

Karena pesawat delay, jadi kami terlalu sore tiba di DisneySea. Anak-anak hanya bisa main 2 atraksi karena antrian sangat panjang. Saya lupa kalau di Disneyland ada tiket FastPass dan memang untuk perjalanan kali ini saya tidak browsing. Disneyland menyediakan tiket FastPass gratis. Bila kita memiliki tiket FastPass, kita bisa masuk jalur antrian khusus dimana tidak perlu antri panjang. Karena sudah terlalu sore, tiket FastPass sudah tidak tersedia. Kita harus ambil FastPass sebelumnya. Lokasi pengambilan FastPass ada di dekat tiap-tiap atraksi.

Afternoon Parade Show on DisneySea, around 4:30 pm

Pengunjung sangat rapi berbaris saat menonton parade

Malam ini kami makan di restoran di hotel, chinese food pilihan kali ini. Enak sekali makanannya. The best Shark Fin Soup, ever! Saya langsung membayangkan seperti apa kuliner asli Jepang di luar resort ini. Sudah tak sabar ini menyicipi.

DAY 2 – Aug 18, 2012
TOKYO DISNEYLAND

Kami tiba jam 10 tanpa antrian berarti. Kita mencari peta dalam bahasa Inggris tapi tidak ketemu tapi untungnya kami bawa brosur tentang Disneyland yang kami ambil dari hotel. Di sana ada petanya, tapi tidak selengkap informasi booklet yang disediakan di pintu masuk. Seperti rencana semula, kami langsung ambil tiket FastPass terlebih dahulu sebelum mulai main. Pengambilan FastPass mudah, hanya antri di mesin-mesin yang ada dan scan tiket masuk kita, lalu akan keluar tiket FastPass yang kita mau. Dari 1 atraksi kita pindah ke atraksi yang lainnya dengan segera untuk mendapatkan FastPass. Kami tidak mau kehabisan FastPass.

Tiket FastPass tidak bisa diambil semau kita. Ada quota jumlahnya tiap jam. Jadi mesin yang atur. Setelah mendapatkan 1 FastPass kita tidak bisa mendapatkannya lagi sebelum waktu yang ditentukan. Di tiket FastPass ditulis kapan kita bisa mendapatkannya untuk FastPass berikutnya.
Walau kami mengambil tiket FastPass tapi tidak semua valid karena kami belum bisa membaca keterangan di tiket pada awalnya.

Setengah hari panas sekali, selepas jam 12, cuaca sangat panas mendung dan disusul hujan lebat. Untungnya semua toko dengan cepat mengekuarkan stock jas hujan sehingga para pengunjung tidak kesulitan menyerbunya. Kami tetap dapat jalan-jalan dengan jas hujan.

Saya melihat sekeliling ternyata mayoritas pengunjungnya adalah orang lokal Jepang. Selebihnya turis dari China/Taiwan dan tidak banyak orang bule di sana. Bahasa Inggris memang tidak popular di Jepang. Teman kami malah kaget melihat anak-anak cukup lancar berbicara dalam bahasa Inggris. Tidak seperti di Indonesia dimana di sekolah dasar sudah dipelajari, di Jepang pelajaram Bahasa Inggris tidak ada kecuali sekolah khusus yang jumlahnya tidak banyak. Staff Disneyland kebanyakan tidak bisa bahasa Inggris, walaupun demikian, dalam memberikan penjelasan saat mau main, dengan bahasa isyarat tangan dan tubuh, tidak sulit mengartikan “how many of you?”. Saya cukup mengerti saat dari kita ber-5 harus membuat 2 line, ber-3 dan ber-2, hanya dengan bahasa isyarat itu. Mereka sangat atraktif dan energik. Saya berharap tahu apa yang mereka ucapkan secara keras itu.

Parade di Disneyland @ 4.30 pm

Secara keseluruhan melihat 2 Theme Park ini, saya terkesima dengan kebersihannya. The parks are very clean. Two thumbs up!  Bahkan di toilet tidak ada sampah bertebaran di lantai. Lantainya kering. Tissue tidak pernah kosong. Petugas kebersihan sangat sigap dan ada dimana-mana. Selain itu, saya lihat kesadaran pengunjung juga tinggi. Mereka sangat menjaga kebersihan dan membuang sampah pada tempatnya, juga sesuai jenisnya. Ada tempat untuk botol, kertas dan lain-lain. Kita juga mudah menemukan stall penjualan minuman dan makanan ringan. Harga minuman 200 Yen (sekitar Rp 24.000) dan harga snack dan ice cream berkisar 200-500 Yen (sekitar Rp 24.000-60.000). Bagi para perokok, tidak bisa merokok di sembarang tempat. Walaupun udara terbuka, di Jepang tidak boleh jalan sambil merokok. Ada beberapa pojokan-pojokan yang dikelilingi pohon atau tumbuhan yang dijadikan tempat merokok.

Ada hal yang menarik. Saya baru perhatikan ternyata di musim panas, orang Jepang menaruh handuk di leher mereka, bahkan handuk berponco banyak dijual dan sangat trend memakainya di Park.

Hoody Towel

Hal lain yang unik di Jepang adalah toiletnya. Sejak di Airport Narita, saya sudah menemukan toilet washer seperti ini. Saya “terpaksa” harus mencoba semua tombol.

Toilet Washlet

Semprotan air bisa diatur, ada fungsi oscillating dimana airnya agak berputar dan ada fungsi massage dimana airnya bertekanan seperti sedang memijat. Washer ini juga bisa mengeluarkan suara flushing untuk kamufalse suara-suara yang tidak diinginkan, hahahaha. Selain itu terakhir setelah selesai ada fungai dry yang mengeluarkan angin untuk mengeringkan. Mantap khan!

DAY 3 – Aug 19, 2012
TOKYO DISNEYSEA & SEGA JOYPOLIS

Kami datang 5 menit sebelum DisneySea dibuka dengan harapan kami bisa masuk ke dalam Park lebih cepat. Tidak disangka, beribu-ribu orang berpikiran yang sama.

Antrian panjang untuk masuk ke DisneySea

Membutuhkan waktu 30 menit untuk masuk ke DisneySea. Saya langsung ke Information Counter untuk mengambil Park Map in English. Karena kemarin gagal mendapatkan banyak tiket FastPass, hari ini kami berpencar. Saya pegang 3 tiket dan suami saya pegang 2 tiket. Dengan demikian atraksi yang berfasilitas FastFass hanya ambil 2 atau 3 tiket saja tidak seperti kemarin kita ambil semua tiket, padahal tidak semua atraksi kami orangtua ikut main.

Sambil lihat peta menuju tempat atraksi, saya kaget. OMG…. para pengunjung berlarian.

Dimana saya dan suami berpencar, anak-anak langsung menuju Toy Story, ternyata antriannya harus menunggu 5 jam. Ini adalah atraksi yang baru dibuka Juli 2012, pastinya semua orang ingin mencoba. Untuk Toy Story tidak ada FastPass hari ini. Jadi anak-anak memutuskan tidak main dari pada buang waktu. Good choice!

FastPass
Journey to the Center of the Earth

FastPass
Indiana Jones

Dengan strategi berpencar, kami bisa mendapatkan semua tiket FastPass. Jadi hari ini, mereka bisa bermain banyak dalam waktu singkat. Rencana kami, jam 5 sore kami keluar dari Park dan lanjut ke Joypolis.

Mediterranean Harbor

Lost River Delta

Arabian Coast

Kami kembali sebentar ke hotel, saya sempat ganti baju, lalu kami bersiap-siap menuju Sega Joypolis dengan mobil besar dan perjalanan butuh waktu kurang lebih 1 jam. Sega Joypolis terletak di daerah Odaiba di Tokyo, seperti amusement park 3 lantai. Beberapa games seperti di Time Zone tapi yang saya lihat sangat high tech. Tiket masuk 600 Yen (sekitar Rp 72.000), kalau ingin main harga tiketnya beda. Karena kami tiba di sana sudah menjelang gelap, sehingga anak-anak hanya bisa naik 3 permainan saja. Half Pipe Canyon, bergerak setengah lingkaran dan berlomba dengan 3 pasang peserta lainnya untuk bisa mencapai tempat yang tertinggi.

The Half Pipe Canyon

Racing Simulator balapan mobil dengan mobil asli. Ada 3 mobil yang bisa dimainkan oleh 2 orang tiap mobilnya. Satu permainan lain yang mereka mainkan adalah roller coaster yang berjalan mengelilingi ruangan joypolis dari lantai 1 sampai ketinggian lantai 3. Masih Banyak permainan di sana yang tidak bisa kita nikmati karena keterbatasan waktu. Kita harus main seharian penuh di sini baru puas.

Racing Simulator with the real car

http://www.thejapanguy.com/6241/the-sega-joypolis-odaiba-japan/

Jam 10 malam kita keluar dari Joypolis dan naik beberapa lantai untuk makan malam. Saya memang ingin makan daging panggang sejak awal. Joypolis itu berada di dalam mall sehingga ada banyak juga pilihan restoran di sana. Waaah, saya kenyang dan puas sekali makan di sana. Kita makan yakiniku, ternyata yakiniku adalah makanan Korea bukan makanan Jepang seperti yang saya kenal selama ini. Hampir di semua restoran di Jepang, yang namanya yakiniku itu adalah restoran Korea.

Daging Jepang sangat enak, perfect dinner. Saya pesan minuman hot ocha karena memang mengurangi minuman dingin, tapi sempat mendapat tatapan aneh, karena summer biasanya minuman yang tersaji adalah minuman dingin.

DAY 4 – Aug 20, 2012
OSAKA

Setelah makan pagi, jam 10 kita menuju stasiun kereta untuk menuju Osaka. Kita naik Shinkansen, kereta super cepat Jepang. Jarak Tokyo – Osaka (seperti Jakarta-Semarang) ditempuh hanya 2 jam 15 menit. Sebagian koper kami titipkan di Keio Plaza Hotel di Tokyo, sehingga kami tidak terlalu repot menaikkan koper ke kereta.

Sampai di stasiun kami langsung beli tiket. Jadwal berikutnya yang tercepat sekitar 30 menit lagi. Untuk mencari tempat dimana kita harus menunggu bisa dilihat di tiket yang tulisannya berbahasa Jepang semua. Shigeki san mengajari saya bagaimana cara membacanya. Tidak terlalu susah. Kami antri sesuai gerbongnya dan tidak juga mengalami kesulitan saat menaikkan koper ke kereta. Lantai stasiun dan lantai kereta satu level. Kami hanya perlu mengangkat koper ke kabin kereta saja. Makan siang kami pesan di kereta. Ada etika tertentu di sana, kita tidak boleh berisik, kalau main harus dalam posisi mute. Pramusaji sebelum masuk gerbong pasti memberi hormat dengan membungkuk walaupun penumpang duduk membelangkangi dia.

Tiba di Osaka jam 2 siang. Taka san sudah menunggu dan mengantar kita dengan mobil besarnya. Rencananya kami mencari beberapa barang dulu di Osaka lalu makan malam bersama keluarga Taka san. Kami sempat jalan di pusat pertokoan di Osaka.

Pertokoan Shin Sai Bashi – Suji

Bila di Tokyo kita berhenti di  eskalator harus di sisi kiri, sehingga orang yang terburu-buru bisa mendahului dari kanan, maka di Osaka sebaliknya. Ada hal menarik yang saya salut dengan sistem di sini. Hampir semua tempat umum memiliki tanda untuk penyandang tuna netra. Tanda-tanda nya ada di jalan, di tiang atau di tembok. Ada tulisan Braille-nya.

Tanda untuk berjalan lurus

Tanda persimpangan, pertemuan tanda garis lurus dan titik-titik

Garis antrian di halte

Tanda titik-titik di ujung anak tangga

Semoga fasilitas untuk special need  di Indonesia bisa diperbaiki sehingga semua orang punya kesempatan yang sama untuk mandiri.

Sore hari kami makan malam bersama di restoran kepiting. Makanannya sangat enak. Saya bukan penggemar shashimi (makanan mentah), tapi karena di negara asalnya, saya berani mencoba. Seni memasak mereka sangat tinggi. Selain tampilannya yang menarik, rasanya juga sangat enak.

Restaurant Crap di Osaka

Berikut adalah foto-foto sajiannya.

Selepas makan malam, kita menuju tempat penginapan. Tempatnya agak naik ke bukit, daerah Kobe. Kami menginap 1 malam di Arima Rokusai Hotel. Tempat kami menginap ada pemandian air panas (onsen), dimana berendam bersama dalam keadaan telanjang. Hmmm….walaupun aneh rasanya, tapi saya harus coba. Jam 12 malam saya coba mandi onsen. Sumber mata air panasnya tidak berbau tapi dipercaya baik untuk kesehatan. Saya berendam 15 menit saja karena sudah tengah malam. Setelah berendam ada area untuk mandi, juga tidak tertutup. Mandinya duduk di kursi kecil dan di depannya ada meja toilet bercermin. Kebanyakan shower room di Jepang menyediakan kursi kecil. Sebenarnya enak juga mandi shower sambil duduk. Setelah selesai mandi, saya balik ke kamar dan tidur diatas tatami, nyenyak sekali tidur malam itu.

Arima Rokusai Hotel, Kobe

Univesal Port Hotel, Osaka

Hyatt Regency Kyoto

DAY 5 – Aug 21, 2012
UNIVERSAL STUDIO JAPAN

Sebelum menuju USJ, kami sempat menikmati pemandangan di atas bukit. Hotelnya enak, sarapannya enak dan sayang kami tidak berlama-lama di sini.

View from Arima Rokusai @ 7am

View from Restaurant

Arima Rokusai @ 9am

Selanjutnya kami menuju Universal Studio, kira-kira 1 jam perjalanan dan menginap 1 malam di Universal Port Hotel, di area Universal Studio Japan Resort. Setelah check-in dulu, kami bersiap-siap langsung ke USJ dengan jalan kaki.

Di sini ada juga jalur khusus, tapi tidak gratis. Kita harus beli Express Ticket bila ingin cepat antriannya, ada 2 paket, paket 5 tiket ekspres dan paket 7 tiket ekspres. USJ tidak seluas Disneyland. Semua toko tidak menggunakan plastik belanjaan, penggantinya adalah kantong kertas, mungkin untuk mengurangi pemakaian plastik. Harga minuman dan makanan ringan pun sama seperti di Disneyland. Suara saya sudah mulai serak dan sudah tidak banyak tenaga menemani anak-anak jalan. Saya memutuskan kambali lebih dulu di hotel dan beristirahat sebentar sebelum makan malam.

DAY 6 – Aug 22, 2012
KYOTO

Jam 10 kami berangkat menuju Kyoto dengan mobil besar bersama Taka san. Dia sangat baik meluangkan waktunya untuk kami. Perjalanan ke Kyoto dari USJ sekitar 1 jam. Saya menunggu makan siang hari ini, ramen! Ramen di tiap daerah berbeda-beda. Ini ramen yang terenak yang pernah saya makan. Sayang sekali, karena lapar saya lupa foto. Kuahnya kaldu bening. Gyoza-nya enak dan ada yang isi keju.

Setelah makan siang, kami menuju ke temple dan melewati pasar yang menjual barang-barang tradisional. Kota Kyoto dikelilingi oleh pegunungan dan banyak sekali temple di sana. Kota ini sangat menjaga tradisi mereka. Masih banyak penduduknya yang menggunakan baju tradisional Jepang. Warna bangunan juga warna-warna netral, kebanyakan coklat dan abu-abu. Warna bangunan diatur oleh pemerintah daerah di sana. Jadi tidak ada yang berwarna merah, kuning dan warna mencolok lainnya.

Kyomizu Dera @ Kyoto

Berikut adalah liputan foto-foto di seputar temple:

Setelah selesai mengitari temple, kami mulai melihat pernak-pernik yang dijual di sepanjang jalan. Ternyata ada pengemis juga di sana. Walaupun mengemis, pakaian mereka benar-benar rapi.

Di Kyoto saya lebih banyak menjumpai turis bule, mungkin karena memang tempat wisata yang masih sangat tradisional sehingga menarik wisatawan asing. Kami menginap di Hyatt Hotel dimana hotel pertama yang saya lihat pegawainya fasih berbahasa Inggris, mungkin karena jaringan hotel internasional.

Kami kembali ke hotel sore itu, untuk siap-siap makan malam tradisional Jepang ala kerajaan di restaurant tradisional Kukinoi. Menu makanannya akan saya bahas terpisah dari liputan yang ini. Menu yang disajikan menu kerajaan yang dimasak dan disajikan dengan seni memasak yang tinggi.

DAY 7-9  – Aug 23-25, 2012
TOKYO

Pagi ini kami kembali ke Tokyo dengan menggunakan Shinkansen. Perjalanan sekitar 2 jam. Kami menggunakan 2 taxi ke stasiun kereta.

Setibanya di Tokyo kami check-in di Keio Plaza Hotel, kemudian menuju ke Harajuku melalui stasiun Shinjuku. Harajuku sangat ramai pengunjung, banyak toko-toko fashion, dan asyik melihat gaya busana ala Harajuku. Kami tidak lama di sini.

Takeshi Street @ Harajuku

Kami hanya menyusuri jalan menuju Shinjuku dengan berjalan kaki untuk belanja oleh-oleh. Oleh-oleh yang paling kami cari adalah Kit-Kat rasa green tea, karena hanya ada di Jepang.

Kami menghabiskan waktu di Tokyo hanya 2 hari 2 malam. Hari terakhir tanggal 25 Agustus, jam 6 pagi kami sudah harus menuju ke airport. Perjalanan menggunakan limousine coach, dijemput dari hotel dan membutuhkan waktu 2 jam untuk sampai ke Narita Airport.

Pengalaman pertama di Jepang yang sangat berkesan.
Sayonara…kami akan datang kembali.